Maap...maap..
Sebulanan tidak apdet. Bukan sibuk. Bukan lagi banyak proyek. Tapi semata-mata lagi jenuh..nuh..nuh!!
Ini kebetulan lagi pengen nulis kabar terbaru dari Baroness.
Kalo kemarin-kemarin Baroness masih di seputaran Balikpapan-Bontang. Mulai hari ini hingga napas terakhir 6 bulan kedepan, Baroness mangkal di sekitar Tarakan.
Semingguan kemarin Baroness ditarik dengan 2 tag boat berkecepatan 2 knot. Sebenarnya bukan kecepatan, tapi harusnya kelambatan. La, jarak yang kalo kapal penumpang hanya ditempuh seharian,ini malah seminggu baru nyampenya. Kata teman, jalan kaki bisa lebih cepat! :D
Enaknya, pergantian kru yang biasanya naik boat 6 jam ke Balikpapan (kadang tambah bonus mabok laut, puyeng, sakit pinggang dan muntah2) kini gak lagi. Pergantian kru kini naik pesawat komersil dari Bandara Internasional Sepinggan ke Bandara Tarakan. Trus nyambung lagi naik boat ke Baroness 3 jam. :D Yaa.. tetap saja ada naik boatnya, tapi lumayanlah ada diskon 3 jam lewat laut.
Enaknya lagi, kalo pulang bisa ngider2 dulu di Tarakan sebelum terbang ke Balikpapan. Tarakan cukup terkenal dengan banjirnya produk impornya (dari Malaysia) sama dengan Nunukan. Segala macam coklat (hmmm.. yummi!!) dari negeri jiran tsb mudah ditemukan di Tarakan. Dan MURAH!!
Jadi ini kesempatan bagus buat dipake merayu dan merajuk. KATAKAN DENGAN COKLAT, kata penjual coklat. Ayo siapa yang pengen??!!
Freitag, November 05, 2004
Montag, Oktober 04, 2004
selamat tinggal katering lama, SELAMAT DATANG KATERING BARU
Akhirnya waktu akhir datang juga. Bulan oktober jadi penanda. Kru katering yang lama pun habis masa kontrak dengan Baroness dan harus berpisah dengan segala pernak-pernik Baroness.
Sedih juga sih, karena setelah sekian lama bekerja dalam lingkungan yang sama, rasa persaudaraan sudah cukup kuat.
Tapi untungnya, mereka semua ternyata tidak pada nganggur. Malah sebagian dari mereka dikirim ke proyek yang diluar negeri. Ada yang ke Iran, tapi banyakan ke Singapur. Untung ya..*ngiri mode on*
Sisanya direkrut dan dipake oleh katering baru dan back to Baroness.
Ada cerita tentang katering baru ini. Seminggu pertama pelayanan, protes ketidakpuasan kru akan menu banyak banget. Baik expat maupun national. Protesnya seragam, struktur menu tidak cukup untuk kalori kerja 12 jam. (hehehe.. saya aja gak tau brapa persis kalori dalam makanan yang dihidangkan :D) Tapi biar diprotes2, makanan yang disiapkan tetap juga ludes. hehehe...
Tapi biar masalahnya gak berlarut2, maka kita bikin meeting antara wakil katering, wakil pekerja dan dokter sebagai pengawas makanan di rig. Hasilnya; kita ngasih toleransi dan waktu adaptasi dua minggu sambil nunggu suplay bahan makanan datang.
Kalo ternyata setelah dua minggu masih belum banyak perubahan, ya.. keputusannya bakal diputuskan oleh pimpinan rig. Apakah kateringnya dikasih peringatan dulu atau malah langsung dihentikan kontraknya dan diganti yang lain. Entah..
Semoga semuanya baik-baik saja. Amin
Sedih juga sih, karena setelah sekian lama bekerja dalam lingkungan yang sama, rasa persaudaraan sudah cukup kuat.
Tapi untungnya, mereka semua ternyata tidak pada nganggur. Malah sebagian dari mereka dikirim ke proyek yang diluar negeri. Ada yang ke Iran, tapi banyakan ke Singapur. Untung ya..*ngiri mode on*
Sisanya direkrut dan dipake oleh katering baru dan back to Baroness.
Ada cerita tentang katering baru ini. Seminggu pertama pelayanan, protes ketidakpuasan kru akan menu banyak banget. Baik expat maupun national. Protesnya seragam, struktur menu tidak cukup untuk kalori kerja 12 jam. (hehehe.. saya aja gak tau brapa persis kalori dalam makanan yang dihidangkan :D) Tapi biar diprotes2, makanan yang disiapkan tetap juga ludes. hehehe...
Tapi biar masalahnya gak berlarut2, maka kita bikin meeting antara wakil katering, wakil pekerja dan dokter sebagai pengawas makanan di rig. Hasilnya; kita ngasih toleransi dan waktu adaptasi dua minggu sambil nunggu suplay bahan makanan datang.
Kalo ternyata setelah dua minggu masih belum banyak perubahan, ya.. keputusannya bakal diputuskan oleh pimpinan rig. Apakah kateringnya dikasih peringatan dulu atau malah langsung dihentikan kontraknya dan diganti yang lain. Entah..
Semoga semuanya baik-baik saja. Amin
Dienstag, September 28, 2004
fenomena ANNE AHIRA vs jurnal PRIYADI
Isinya sama dan seragam. Mengajak cepat kaya dalam bisnis maya. Usaha sampingan, modal kecil dengan hasil ruarrr biasa. Hanya main internet dan bayar 'sedikit' biaya bulanan member. Itu saja. Dan bayangkanlah iming-imingan penghasilannya; 6569 dollar US setiap bulannya. Dan itu bisa berlipat ganda. WWOOOWWW.. sangat menggiurkan.
Bisnis gotong royong dan kejujuran, katanya. Uniknya, hampir semuanya pengirimnya mengerucutkan pada satu nama: Anne Ahira. Siapakah dia?
Maka ilmu Google pun keluar. Ketik anne ahira dan GO. Dalam hitungan detik, ribuan situs tentang nama ini keluar. Tapi yang menarik, ada situs yang 'nyeleneh' yang juga menulis tentang ahira. Situs yang sangat menyimpang dari ribuan situs tentang anne ahira ini. Priyadi Iman Nurcahyo nama pemiliknya.
Beberapa tulisan di jurnal mayanya tentang anne ahira, dan pola bisnisnya menjadikan situsnya bagai medan perang. Yang menghujat dan yang mendukung. Panas.
Tapi bagaimanapun, terima kasih buat Pak Priyadi atas kritisi ilmiah dan sentilannya. Juga penghargaan buat 'kejeniusan' Anne Ahira dan kreatifitas timnya.
Saya memang pengen banyak duit, pengen jadi milyuner, pengen pensiun muda dan sejahtera. Tapi belum siap mental jika terwujud dalam beberapa bulan ini. Terlalu cepat. Nanti disangka korupsi, takut diusut KPK dan disidik the police. Pelan-pelan sajalah. Biar lambat asal selamat. Yang nyata dan diberkahi oleh-NYA. Amin.
Dienstag, September 07, 2004
senyum diatas DUKA
Eh.. mirip judul lagu dangdut ya.. Atau lebih mirip judul sinetron kali?
Biarin. Mau judul lagu dangdut kek, judul sinetron kek, gak soal.
Ini soal nasib dan cara menyikapinya. Bulan ini bulan yang mendebarkan bagi sebagian pekerja Baroness terutama bagian katering. Ada isu yang berhembus kencang jika kontrak kateringnya akan berakhir di Baroness bulan ini dan tidak diperpanjang lagi. Katering Baroness akan diserahkan ke perusahaan katering yang lain.
Pekerja katering pun cemas dengan nasibnya. Karena kalo perusahaan gak dapat proyek, artinya gaji bakal pas-pasan. Gak dapat bonus melaut lagi. Mungkin hanya setara UMR atau malah kurang dari itu. Bukan tidak mungkin malah ada yang di PHK tanpa pesangon, terutama yang statusnya pekerja kontrak. Dan akhir bulan ini tidak lama lagi. Tiga minggu lagi.
Lantas kenapa perusahaan diputus kontrak?
Ternyata bukan lantaran bagi makannya pelit atau tidak memuaskan, atau nilai rapor katering (yang diwenangi dokter) sudah merah. Bukan itu, ini -kali- katering yang paling royal soal makanan dan cukup bersih. Nilainya B lewat dikitlah. IP-nya (kalo anak kuliahan) sekitar 3,3 lah. :D
Rupanya soal keroyalan itulah yang jadi masalah. Royal berarti high cost bagi perusahaan pengontrak yang selalu berupaya menekan biaya. Dan ternyata ada perusahaan yang sanggup menyediakan jasa katering dengan cost yang lebih rendah. Mudah-mudahan layanannya tidak super duper pelit. hihhh...(kalo pelit awas, ntar dikasi rapor merah..)
Namun waktu terus berjalan. Hari akhir makin mendekat. Mau apa lagi. Mewek, nangis, menghiba juga tidak ada gunanya. Lebih baik tersenyum dan berdoa. Berharap semoga perusahaan dapat proyek lagi dan semoga tidak ada yang kena PHK. Semoga..
Biarin. Mau judul lagu dangdut kek, judul sinetron kek, gak soal.
Ini soal nasib dan cara menyikapinya. Bulan ini bulan yang mendebarkan bagi sebagian pekerja Baroness terutama bagian katering. Ada isu yang berhembus kencang jika kontrak kateringnya akan berakhir di Baroness bulan ini dan tidak diperpanjang lagi. Katering Baroness akan diserahkan ke perusahaan katering yang lain.
Pekerja katering pun cemas dengan nasibnya. Karena kalo perusahaan gak dapat proyek, artinya gaji bakal pas-pasan. Gak dapat bonus melaut lagi. Mungkin hanya setara UMR atau malah kurang dari itu. Bukan tidak mungkin malah ada yang di PHK tanpa pesangon, terutama yang statusnya pekerja kontrak. Dan akhir bulan ini tidak lama lagi. Tiga minggu lagi.
Lantas kenapa perusahaan diputus kontrak?
Ternyata bukan lantaran bagi makannya pelit atau tidak memuaskan, atau nilai rapor katering (yang diwenangi dokter) sudah merah. Bukan itu, ini -kali- katering yang paling royal soal makanan dan cukup bersih. Nilainya B lewat dikitlah. IP-nya (kalo anak kuliahan) sekitar 3,3 lah. :D
Rupanya soal keroyalan itulah yang jadi masalah. Royal berarti high cost bagi perusahaan pengontrak yang selalu berupaya menekan biaya. Dan ternyata ada perusahaan yang sanggup menyediakan jasa katering dengan cost yang lebih rendah. Mudah-mudahan layanannya tidak super duper pelit. hihhh...(kalo pelit awas, ntar dikasi rapor merah..)
Namun waktu terus berjalan. Hari akhir makin mendekat. Mau apa lagi. Mewek, nangis, menghiba juga tidak ada gunanya. Lebih baik tersenyum dan berdoa. Berharap semoga perusahaan dapat proyek lagi dan semoga tidak ada yang kena PHK. Semoga..
Mittwoch, September 01, 2004
baju SAKTI
Minggu ini ada pembagian cover all (org kita menyebutnya koprol :D) buat pekerja. Yang amat mendasar untuk diketahui, bahwa secara epistemology (ciee..)dan arti, koprol ini berbeda dengan kopyor dan kopor. Meski koprol bisa dipake sambil menikmati kopyor (kelapa muda) dan dilipat untuk dimasukin ke kopor..:)
Koprol adalah pakaian terusan yang baju dan celananya nyambung dan tidak perlu ikat pinggang lagi lantaran didaerah pinggangnya biasanya dililit karet. Meski tidak terlarang pake ikat pinggang, tapi belum pernah tuh liat orang yang pake koprol pake ikat pinggang pula. Aneh dan amat sangat tidak lazim kayaknya.
Yang membuat koprol ini istimewa dibanding pakaian terusan lainnya (bahkan koprol umumnya) adalah bahannya yang sudah lolos standarisasi pakaian kerja yang aman. Sejuk saat cuaca panas, hangat saat cuaca dingin. Kayak ada AC tanpa remote gituw..
Terus tahan panas dan anti api (kalo cuma api rokok, percikan api las, atau korek dijamin gak bolong deh). Juga tahan banting dan anti pecah. Dibanting dari puncak Petronaspun gak bakal pecah. Dijamin. Lha.. kan namanya baju.. heheheh...
Inilah makanya saya sebut baju sakti, yang sayangnya –kata store keeper (yang jagain gudang perlengkapan)- belum diproduksi di Indonesia lantaran bahannya yangg khusus. Baju sakti ini langsung didatangkan dari Amrik sono dan asyiknya, dibagikan gratis..tis!!. Padahal harganya bukan murah, apalagi kalo mau beli langsung ke Amrik. Belum ongkos pesawat, belum paspor, belum kesasarnya..:D.
Mau tau berapa harga satuannya, Pak Tony Husen (store keepernya) bilang sekitar 70$ US. Ck..ck..ckk.. Kalo dikonversi kekurs sekarang 9250, jadi berapa tuh.. ayo hitung...
Tapi walau pakaiannya sakti dan mahal, tapi kalo dipake ke mall apalagi ke pesta pengantin, dijamin gak pede banget. Bisa-bisa, begitu nongol langsung disodorin sapu ama kain pel. Hayoo..
Koprol adalah pakaian terusan yang baju dan celananya nyambung dan tidak perlu ikat pinggang lagi lantaran didaerah pinggangnya biasanya dililit karet. Meski tidak terlarang pake ikat pinggang, tapi belum pernah tuh liat orang yang pake koprol pake ikat pinggang pula. Aneh dan amat sangat tidak lazim kayaknya.
Yang membuat koprol ini istimewa dibanding pakaian terusan lainnya (bahkan koprol umumnya) adalah bahannya yang sudah lolos standarisasi pakaian kerja yang aman. Sejuk saat cuaca panas, hangat saat cuaca dingin. Kayak ada AC tanpa remote gituw..
Terus tahan panas dan anti api (kalo cuma api rokok, percikan api las, atau korek dijamin gak bolong deh). Juga tahan banting dan anti pecah. Dibanting dari puncak Petronaspun gak bakal pecah. Dijamin. Lha.. kan namanya baju.. heheheh...
Inilah makanya saya sebut baju sakti, yang sayangnya –kata store keeper (yang jagain gudang perlengkapan)- belum diproduksi di Indonesia lantaran bahannya yangg khusus. Baju sakti ini langsung didatangkan dari Amrik sono dan asyiknya, dibagikan gratis..tis!!. Padahal harganya bukan murah, apalagi kalo mau beli langsung ke Amrik. Belum ongkos pesawat, belum paspor, belum kesasarnya..:D.
Mau tau berapa harga satuannya, Pak Tony Husen (store keepernya) bilang sekitar 70$ US. Ck..ck..ckk.. Kalo dikonversi kekurs sekarang 9250, jadi berapa tuh.. ayo hitung...
Tapi walau pakaiannya sakti dan mahal, tapi kalo dipake ke mall apalagi ke pesta pengantin, dijamin gak pede banget. Bisa-bisa, begitu nongol langsung disodorin sapu ama kain pel. Hayoo..
Abonnieren
Posts (Atom)